Jika Back-up itu penting, maka ini adalah blog back-up. ada post2 yg gak layak publish, tp ttp ke-publish. tak ada lagi peduli: ga peduli dicap blog sampah... LoL!
Saturday, October 11, 2008
aku mabok ...
aku benar-benar "stress". meski aku sendiri bingung mendefinisikan apa arti stress yg sebenernya. aku hanya hendak menyatakan betapa capeknya otak ini.
pagi tadi, aku sengaja berangkat sedikit terlambat. dari yang seharusnya pukul 7.30 harus udah siap kerja di ruangan, pukul 8.30 aku baru masuk kantor,...
aku benar2 sedang tak peduli apa itu kantor modern, apa itu potongan gaji...
pagi tadi, badanku benar-benar lemas. aku kedatangan tamu tak diundang bernama "diare",
ah.... mimpi apa aku semalam? untunglah tak lama dia mendatangiku...
dengan `mood` yg g bs dibilang 'OK', pagi ini aku bekerja. dalam sedetik semenjak aku sampai ruanganku, aku pun sudah langsung tenggelam dalam timbunan berkas yang ada di Meja kerjaku.
"ini penyiksaan...", pikirku.
berkas2 ini begitu banyak yg masuk, sekitar 25 berkas/hari. dan aku harus berjuang keras menyelesaikannya dengan keterbatasanku yang baru mampu menyelesaikan 5-10 berkas/hari. disamping aku juga harus mengerjakan tugas2 lain sesuai SOP yang menjadi beban kerjaku.
bagaimana aku nggak mabok??
malam ini, dan jg malam2 sebelumnya,, aku masih saja terpekur lembur di depan kerjaanku. oh... ini semua akibat kantorku yg masih kekurangan pegawai, masak di kantor2 lain seksi serupa dengan seksiku rata2 dimotori 8-20 pelaksana, sedang disini cm 2 pelaksana aktif.
ya Allah... bimbinglah aku, beri aku kekuatan.....
kulirik jam di dinding, ternyata sekarang sudah pukul 1.10 dini hari.
aku sudah capek... hendak kutinggalkan semua pekerjaan ini dan beranjak menuju peraduan malam. tapi, rasa kantukku yg tadi mendera, kini telah sirna.
ahh... bagaimana kalo aku sakit? aku tahu, aku terlalu memforsir diri. tapi, apa daya?
bagaimanapun,, harus kuistirahatkan badanku ini. agar bisa fit menghadapi kerja esok hari. aku tak tahu harus bagaimana. aku terlalu bodoh menghadapi semua ini. sungguh sangat-sangat bodoh...
aku benar2 khawatir, kalau sekarang aku baru tidur... pasti ntar susah bangun...
Ya Rabb... bangunkanlah aku dari peristirahatanku esok pagi. agar aku bisa kembali bersujud kepada-Mu dan melakukan kebaikan lagi. Amiin.
semoga perjuangan ini tidaklah sia-sia.
Tuesday, September 9, 2008
Kenapa mengeluh?

Sebenernya apa sih yang orang takuti dengan dunia ini?
Ke-amoralan manusia, keberingasan binatang, bencana alam, kematian, setan atau apa?
Semua menakutkan… semuanya! Termasuk dirimu sendiri… kalau kau pikir demikian.
Kalau kau pikir sebaliknya, tentu tak ada yang perlu ditakutkan.
Ketakutan justru akan menjadi penghalang untuk menang.
Selama ini, aku hanya bisa mengeluh. Tapi, untunglah kini telah kusadari, bagaiamanapun aku mengeluh tak pernah menyelesaikan masalah. Justru menjadikan diri ini semakin tersiksa, semakin buta pada lingkungan.
Semua itu terjadi karena aku tak pernah melihat ke bawah. Aku selalu saja mendongak dan mendongak... selalu bertanya mengapa aku bgini, mengapa dia bisa begitu...
Sebuah batu kerikil telah menyadarkanku. Bahwa ada yang harus dilihat agar tak tergelincir, agar tidak tersandung. Dan itu adanya di bawah... entah berupa batu, jalan licin, dsb.
Akupun mulai menundukkan kepala alih2 melihat cemerlang kilau cahaya surya, yang ternyata malah merusak mata. Dibawah,, aku melihat makhluk2 yang jauh menderita dariku. Tapi... mereka masih tetap tersenyum....
Subhanallah...
Dalam hati aku merasa bersalah. Mengapa tidak pernah bersyukur. Baru sadar untuk bersyuku setelah tersandung batu.
Meski kadang tak terelak lagi, aku masih tetap saja mengeluh…
Dan lagi-lagi, Hatiku gundah, tak bahagia. Tak menyadari keadaan sekitar dimana banyak orang yang lebih menderita dariku, bisa tersenyum penuh kebahagiaan dan kemenangan.
Hidupku begitu gersang, hanya bisa mengikuti nasib. Tak pernah ada kata cita2.
Dan ini sudah cukup membuatku hancur, terpuruk… terkapar… meski tak sampai mati. Untung sungguh masih ada sedikit nyawa tersisa mengisi raga ini.
Dengan sisa2 nyawaku, aku ingin bangkit. Aku ingin berubah…
Tapi, sekali lagi… aku masih saja belum bisa mengucap kata cita2.
Subscribe to:
Posts (Atom)